<< My Experience >>
Belajar Menjadi Reseller
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Hai, teman-teman semua! Bagaimana kabarnya? Semoga selalu dalam kondisi sehat wal 'afiat dalam lindungan Allah SWT. Aamiiin...
First of all, perkenalkan saya Asma' Amalia Sholihah dari SMAIT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang. Ini adalah pertama kali bagi saya dalam membuat blog -^ ^-
Pada blog perdana saya ini, saya ingin berbagi cerita dengan teman-teman semua mengenai pengalaman saya ketika belajar berjualan.
Sebetulnya, ini bukan kali pertama saya mencoba berjualan. Sewaktu masih menduduki bangku SMP, saya pernah membantu ibu saya berjualan pisang goreng dengan menitipkannya di kantin sekolah. Berjualan merupakan salah satu hobi ibu saya untuk mengisi waktu luang di samping pekerjaan utama beliau. Tak hanya pisang goreng yang pernah kami jual, melainkan juga nasi goreng, mie goreng, tempe dan tahu bacem, serta jajanan yang lain.
Nah, di bangku SMA ini pada pembelajaran daring (online) semasa pandemi COVID-19, saya dan teman-teman saya mendapat tugas marketing dari guru mata pelajaran PKWU. Dari nama penugasannya marketing atau pemasaran, di sini kami perlu mempraktikan menjual suatu produk/barang. Kemudian setelah mendiskusikan dengan orang tua, saya memutuskan untuk menjadi reseller keripik talas dan keripik pisang.
Gimana nih ceritanya, sampai memilih menjadi reseller dari produk keripik talas dan pisang?
Jadi, awalnya seperti ini... =D
Sebenarnya ini adalah peristiwa yang sangat klise di kehidupan sehari-hari.
Seperti yang telah kita ketahui, semenjak pandemi COVID-19 pemerintah menerapkan kebijakan pembelajaran secara daring (online) bagi sekolah-sekolah di Indonesia. Tak terkecuali sekolah saya dan kakak-kakak saya. Untuk menemani belajar anak-anaknya di rumah, ibu saya pun membelikan kami camilan sebagai teman belajar. Camilannya berupa keripik talas dan juga keripik pisang yang ibu saya beli dari kenalan di tempat beliau bekerja.
<< Awalnya kami hanya coba-coba. Habis itu, "lha kok enak." Besoknya, kami coba lagi. "Lha kok tambah enak." >>
Alhasil, keripik talas dan pisang menjadi camilan favorit keluarga kami. Ibu saya pum mulai menyetok keripik talas dan pisang untuk teman sehari-hari kami di rumah ^ ^
Nah, sewaktu saya mendapat tugas marketing, setelah konsultasi dengan ibu, saya memutuskan untuk praktik berjualan keripik talas dan keripik pisang.
![]() |
| - Keripik Pisang - Untuk keripik pisang juga ada 2 varian rasa, yaitu manis dan gurih. |
Pertama-tama saya berjualan dimulai dari orang-orang terdekat dahulu, seperti kepada teman ibu saya. Kemudian, saya juga menitipkan jualan di koperasi sekolah ayah saya. Dari pengalaman saya berjualan, jujur saja pengalaman kali ini terasa sedikit berbeda dari yang pernah saya rasakan sewaktu saya masih SMP. Karena kondisi saat ini, di mana pandemi COVID-19 masih melanda sehingga ruang gerak penjualan tentu terbatas. Namun, di samping itu saya bisa belajar banyak hal yang sangat berharga dan mungkin tidak bisa disebutkan semuanya.
Dari pengalaman ini saya belajar bahwa dalam berjualan kita dilatih untuk dapat bekerja keras, berusaha, berani, kreatif, mandiri, sabar, dan ikhlas. Kita juga perlu mengasah skill dalam berkomunikasi, bermusyawarah, serta memikirkan strategi yang tepat untuk berjualan.
Dari sini, saya juga jadi belajar untuk menghargai orang lain. Di mana berjualan itu bukan merupakan suatu usaha sendiri, melainkan usaha bersama. Ada banyak 'tangan-tangan' yang membantu kita dalam proses berjualan. Dan juga selain itu, mungkin pengalaman saya hanya bisa mewakili kecil dari berjualan yang dilakukan oleh para pedagang atau teman-teman barangkali. Tetapi, dari pengalamn ini saya jadi bisa ikut merasakan bagaimana seorang padagang yang perlu berjuang keras dalam bekerja, melewati masa-masa membangun wirausahanya yang bukanlah sesuatu yang mudah.
Nah, mungkin itu sedikit cerita pengalaman dari saya. The last but not least, saya ingin mengucapkan kepada teman-teman semua, juga untuk teman-teman yang sedang meniti karir berwirausahanya, "Semangat selalu:) dan jangan lupa untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Stay safe and healthy!"
Mari kita sama-sama berdoa agar pandemi ini cepat usai. Aamiiin...
Sekian dari saya. O iya, teman-teman semua pastinya memiliki pengalaman berjualan juga 'kan? Boleh dong nanti kita saling berbagi cerita -^ ^-
Saya pamit undur diri dulu. Tetapi sebelum itu, saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kata-kata yang kurang berkenan di hati teman-teman semua. Terima kasih telah mampir ke blog saya. Sampai jumpa di kesempatan selanjutnya:)
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

